Media Informasi Pemberdayaan

Jumat, 24 Februari 2012

Kecamatan Nan Sabaris




Profil Kecamatan   : Nan Sabaris               
Status per: 31 Desember 2011




VISI MISI UPK MAKOTI

Visi
: Bersama Masyarakat Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan


Misi
:  1. Sosialisasi program yang lebih intensif kepada masyarakat dan pihak yang terkait
   2. Membentuk dan membina Kelompok-kelompok Perempuan
   3. Menyediakan dan menyelenggarakan Pelatihan Peningkatan kapasitas masyarakat
4. Mempererat jaringan dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak
   5. Menumbuhkembangkan semangat kegotong-royongan di tengah-tengah
       masyarakat.
   6. Melestarikan kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dengan membina tim
       pemelihara di masing-masing korong.




KEPENGURUSAN UPK NAN SABARIS

Posisi
Nama
No. Kontak (Hp)
Ketua
MANSYARDIN
081374312618
Sekretaris
HARI PRATIWI
081374042409
Bendahara
FUADI HASMAR, S.Pd
085355085231



KEPENGURUSAN LAIN

Pengurus BP-UPK Periode 2012 s/d 2015

Posisi
Nama
No. Kontak (Hp)
Ketua
SARBAINI

Sekretaris
YUNISMA

Anggota
WIRMAN

Anggota
NURHAKIMAH

Anggota
RURI EKA PUTRA



Pengurus MAD/ BKAD Periode 2012 s/d 2015

Posisi
Nama
No. Kontak (Hp)
Ketua
AZRI

Sekretaris
SRI FADILA

Anggota
Ali nurdin Syam

Anggota
Yahya Sastra

Anggota
 Tasman


Posisi
Nama
No. Kontak (Hp)
Camat
JON KENEDI, S.Sos. MM

PjOK
ASNI, S. Sos

Setrawan
FAKHRYATI, S.Sos. MM


TPM Nan Sabaris
No
Nama
No. Kontak (Hp)
1
ZANDI HENDRA, ST

2
Drs. BASNIL

3
ZULFITRI



Kecamatan Nan Sabaris, terdiri dari 5 Nagari (Nagari Pauh Kambar, Nagari Kapalo Koto, Nagari Padang Bintungan, Nagari  Kurai Taji dan Nagari Sunur), Nagari Pauh Kambar terdiri dari 8 Korong yaitu : Korong Rimbo Dulang-Dulang, Korong Pasar, Korong Kampung Kandang, Korong  Bayur, Korong Parit, Korong Pinang, Korong Pauh Kambar Hilir, dan Korong Gunung Basi. Nagari Kapalo Koto terdiri dari 3 Korong yaitu ; Korong Jirek Baruah, Korong Kabun Mudiak dan Korong Gantiang Subarang. Nagari Padang Bintungan terdiri dari 6 Korong yaitu: Korong Pulau Air, Korong Lantak Mingkudu, Korong Kampung Rimbo, Korong Kampung Tangah, Korong Medan Baik dan Korong Padang Kandang. Kecamatan Nan Sabaris memiliki jumlah penduduk 16.591 jiwa. Mata pencaharian sebagian besar warga di Kecamatan Nan Sabaris ini adalah bertani.

Sebanyak 70 % KK di Kecamatan Nan Sabaris ini tergolong sebagai KK miskin/ Rumahtangga Miskin (RTM). Nagari termiskin di kecamatan ini adalah Sunur, dengan jumlah RTM hingga 78 % dan penghasilan rata-rata Rp 17.500 per hari. Sebagian besar (70 %) masyarakatnya berpendidikan SD.

Pada tahun ini, terdapat sebanyak 39 Korong di Kecamatan Nan Sabaris yang mengikuti program PNPM Mandiri Perderdaan.


Tabel 1. Lokasi dan Alokasi Dana PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Nan Sabaris
Tahun Anggaran
Jumlah Lokasi
Total Alokasi BLM (Miliaran Rp)
Kabupaten
Kecamatan
Desa
1998




1999




2000




2001




2002




2003




2004




2005




2006




2007*




2008*
Pd. Pariaman
Nan Sabaris
24
3.000.000.000,-
2009*
Pd. Pariaman
Nan Sabaris
39
900.000.000,-
       2010
Pd. Pariaman
Nan Sabaris
12
3.500.000.000,-
2011
Pd. Pariaman
Nan Sabaris
1
450.000.000,-
2012
Pd. Pariaman
Nan Sabaris

800.000.000,-
TOTAL*



8.650.000.000,-

Keterangan: * Total kecamatan merupakan irisan dari jumlah kecamatan per tahun anggaran; 2007: PNPM-PPK, 2008-2011: PNPM -  Mandiri Perdesaan



Partisipasi Masyarakat

Setiap lokasi program difasilitasi untuk mengikuti sejumlah tahap kegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pelestarian, sesuai Petunjuk Teknis Operasional (PTO) program yang telah ditetapkan. Antusiasme masyarakat untuk berpartisipasi dalam program di Kecamatan ini dapat dikatakan  Cukup bagus. Secara rata-rata, tingkat partisipasi masyarakat tertinggi terjadi pada tahap Sosialisasi dan Penggalian Gagasan, yakni mencapai 75 %.

Tingkat keterlibatan kaum perempuan juga cenderung banyak, yakni rata-rata 50 %. Selain Musyawarah Khusus Perempuan (MKP), partisipasi kaum perempuan tertinggi terjadi pada tahap MKP dan MK II, mencapai 72 %.



Keterlibatan kaum miskin juga cenderung banyak, yakni rata-rata 70 %. Tingkat partisipasi kaum miskin tertinggi terjadi pada tahap Penggalian Gagasan Dan Musyawarah Korong Perencanaan, mencapai 74 %.
Hasil Kegiatan

Secara akumulatif, PNPM Mandiri Perdesaan, telah mendanai sebanyak 34 kegiatan masyarakat dalam berbagai bidang dengan jumlah dana Rp 3.000.000.000,- untuk TA 2008. Sebanyak 1.443.373.900,- atau (48 %) dana BLM digunakan masyarakat untuk membiayai kegiatan pembangunan prasarana/sarana perdesaan, sedangkan untuk kegiatan ekonomi (UEP/SPP) jumlahnya sebesar Rp 494.735.300,- atau 16 %, pendidikan Rp 1.061.890.800,-atau 36 %. Tahun Anggaran 2011 PNPM-MP mendanai 1 kegiatan fisik dengan alokasi dana Rp. 321.501.000,- dan kegiatan Simpan Pinjam sebanyak 2 kelompok yaitu kelompok SPP Pautan Kabau Rp. 46.000.000,- dan Kp.Jambak Rp. 60.000.000,-.

Sejak awal pelaksanaan program hingga saat ini, kegiatan di bidang prasarana/ sarana sendiri menghasilkan 5 unit prasarana/ sarana dasar perdesaan yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti jalan dan Gedung serba guna.

Di Kecamatan ini, usulan masyarakat di bidang sarana/prasarana mendominasi kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pada saat program ini berjalan, masyarakat masih sangat membutuhkan pengadaan sarana/prasaran di wilayahnya.




Gambar 2. Persentase Rata-Rata Penyerapan BLM (2008-2009)*

Keterangan: * Data sejak program dimulai hingga saat ini


Pelaksanaan PNPM Mandiri yang dimulai pada 2008, sebagian besar dana BLM PNPM-MP (84 %) digunakan masyarakat untuk membiayai kegiatan di bidang sarana/prasarana dan 16 % untuk SPP. Sedangkan pada 2009, sebagian besar (25 %) dana PNPM Mandiri Perdesaan dimanfaatkan masyarakat untuk membiayai kegiatan di bidang  SPP.


Gambar 3a. Penyerapan BLM 2008

Rp 3.000.000.000,- (Sudah Diserap)
Gambar 3b. Penyerapan BLM 2009

Belum diserap ( 900.000.000,-)


HOK

Khusus kegiatan pembangunan prasarana/sarana, secara akumulatif, sejak awal pelaksanaan PNPM-MP hingga saat ini, PNPM Mandiri Perdesaan telah mempekerjakan 5.595 warga lokal. Mereka mendapatkan upah yang besarnya sesuai dengan harga upah minimum setempat. Secara akumulatif, pelaksanaan pembangunan   prasarana/ sarana ini membukukan sebanyak 6.174 Hari Orang Kerja (HOK).

Sementara itu, sejak PNPM-MP pada 2008 hingga saat ini, sebanyak 5.595 warga lokal turut bekerja dalam pembangunan prasarana/sarana yang didanai program Nasional Pemberdayaan Masyarakat.



Berikut adalah risalah kegiatan hasil kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan Nan Sabaris

Tabel 2. Hasil Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Nan Sabaris ( 2008-2009)

JENIS KEGIATAN
PNPM-MP
2008
2009
2010
Paska-Bencana
INFRASTRUKTUR




Jalan (Unit)
4



Panjang Jalan (Kilometer)
2.976 m



Jembatan (Unit)
1



Air Bersih (Unit)




MCK (Unit)




Irigasi (Unit)




Panjang Irigasi (Kilometer)




Pasar Baru (Unit)




Rehab Pasar (Unit)




Gedung (Unit)
1



Lain-lain Infrastruktur




Jumlah tenaga kerja (orang)




Jumlah Hari Orang Kerja (HOK)




EKONOMI




Jumlah Kelompok SPP
13



Pemanfaat SPP
292



Jumlah Kelompok UEP




Pemanfaat UEP




PENDIDIKAN & KESEHATAN



Pos Kesehatan




Lain-lain Kesehatan




Sekolah Baru




Rehab Gd. Sekolah




Paket Beasiswa




Penerima Beasiswa
367



Lain-lain Pendidikan




                                                                                                                                          


Kegiatan Ekonomi/Pinjaman Bergulir

Sejak pelaksanaan PNPM Mandiri Perdesaan, berupaya memberikan peningkatan kapasitas dalam pelembagaan program dan pengelolaan kegiatan kepada masyarakat. Di setiap kecamatan lokasi program terdapat Unit Pengelola Kegiatan (UPK) yang dikelola oleh anggota masyarakat yang dipilih sendiri oleh masyarakat. Saat ini, terdapat sebanyak 3 orang UPK di Kecamatan ini. Sebanyak 3 orang UPK atau 100 %  memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu kegiatan UPK adalah mengelola kegiatan ekonomi/ pinjaman tanpa agunan yang bergulir di masyarakat.

Hingga saat ini, sebanyak 678 warga desa yang tergabung dalam 50 kelompok (grup), telah memanfaatkan pinjaman bergulir tanpa agunan. Sebanyak 678 anggota masyarakat adalah kaum perempuan. Mereka tergabung dalam 13 kelompok Simpan Pinjam khusus Perempuan (SPP). Pada akhir 2008, tingkat pengembalian SPP rata-rata mencapai 100 %.

Usaha kelompok penerima manfaat SPP paling berkembang dan membanggakan di Kecamatan ini adalah bordir mukena dan anyaman senggan di Korong Teluk Nibung dan kelompok SPP Mawar dengan usaha pengumpulan besi tua dan barang bekas. Keunggulannya adalah motif bordir yang bervariasi dan macam-macam bentuk anyaman senggan yang bisa di buat.


Pembelajaran Transparansi & Akuntabilitas

Selain peningkatan kapasitas, pengelolaan kegiatan pembangunan oleh masyarakat, program juga memberikan pembelajaran transparansi dan akuntabilitas kepada masyarakat dan kelembagaan lokal. Masyarakat dilibatkan secara langsung dalam penggalian gagasan, penentuan usulan/ kegiatan prioritas, pengelolaan pelaksanaan kegiatan pembangunan, pemeliharaan, serta pengawasan dan evalusasi.

Dari hasil pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat, sejumlah kasus pelanggaran sempat terjadi di kecamatan ini. Beberapa kasus yang terbesar adalah:
1. Keterlambatan Musyawarah Korong Serah Terima dan Pelaksanaan Kegiatan.
2. Keterlambatan Pembayaran Angsuran SPP
3. Masih Kurungnya Pemahaman Masyarakat Tentang Prinsip Dasar PNPM-MP



Sejak 2008, tercatat 6 kasus yang ditangani, dimana semuanya merupakan kemacetan pengembalian SPP.Bila dibanding dengan jumlah BLM yang telah diterima sejak pertama kali mengikuti PNPM-MP, yakni sebesar Rp 3.000.000.000,- maka prosentase Kemacetan dana tersebut adalah sebesar 0.85 persen. Hingga tahun 2011 alokasi dana yang diterima kecamatan Nan Sabaris sebanyak Rp. 8. 650.000,-


Program Lain

Selain PNPM Mandiri Perdesaan, di Kecamatan ini juga diselenggarakan program pemberdayaan masyarakat lain, yakni: Kredit Mikro Nagari.


DOKUMENTASI KEGIATAN PNPM-MPd Kecamatan NAN SABARIS