Media Informasi Pemberdayaan

"PALITO PIAMAN"

MEDIA PNPM MANDIRI PERDESAAN KAB. PADANG PARIAMAN

"PALITO PIAMAN"

MEDIA PNPM MANDIRI PERDESAAN KAB. PADANG PARIAMAN

"PALITO PIAMAN"

MEDIA PNPM MANDIRI PERDESAAN KAB. PADANG PARIAMAN

Sabtu, 24 Maret 2012

Syukur Masyarakat Adanya Pengadaan Air Bersih



Sei.Limau,Palito Piaman - Dengan adanya pengadaan air bersih, masyarakat Korong Kamumuan khusunya dusun Guguak sudah bisa tenang . Sebelumnya masyarakat Guguak sangat sulit mendapatkan air bersih (20/02/2012).
 Walaupun timbulnya kekwatiran masyarakat akan konsumsi air minum yang kurang sehat tapi apa boleh buat cuma itu yang ada. Sekarang keluarga saya sudah bisa menikmati air bersih dari program PNPM-MPd, sebelumya kami hanya mengandalkan air hujan, kalau sudah satu minggu tidak hujan, persedian air hujan yang kami tampung sudah habis, kami akan kesulitan mendapatkan air minum. biasanya untuk mendapatkan air yang bersih saya mesti menempuh jarak ± 3 KM, kata Sarni (40)

Dengan adanya pengadaan air bersih ini masyarakat sangat senang sekali karena dengan air yang bersih ini kesehatan masyarakat pemanfaat bisa terjaga. Korong Kamumuan yang sekarang sudah menjadi Nagari Guguak Kuranji Hilir terdiri dari 6 korong dengan jumlah penduduk 3.414 dengan RTM (Rumah Tangga Miskin) 1.700 orang. Pengadaan air bersih ini terletak di Guguak yang sekarang menjadi Korong Guguak.  Korong Guguak  terdapat 60 KK yang bisa memanfaatkan dan menikmati air bersih dari program PNPM-MPd ini.  Bangunan Pengadaan air bersih ini berukuran 8 x 12 M, didalamya terdapat 2 ruangan MCK dan 5 kran air yang terletak di dalam ruangan dan di luar ruangan, tutur Bendahara TPK (Tim Pengelola Kegiatan) Alfisyah.
Sulitnya mendapatkan air bersih disebabkan karena daerah dusun Guguak terletak di daerah perbukitan, akibat yang akan ditimbulkan jika masalah ini tidak mendapat solusi, maka yang nantinya berdampak timbulnya berbagai jenis penyakit. Maka dari itu pada anggaran 2011 masyarakat kamumuan mengajaukan profosal pengadaan air bersih ini. Alhamdulillah sekarang masyarakat sudah bisa merasakan manfaatnya. Bukan itu saja pengadaan air bersih dengan system sumur ini tepatnya terletak di depan mesjid Surau Jariang, kondisi ini akan terasa sekali manfaatnya bagi masyarakat di luar Korong apabila masyarakat tersebut mampir ke Surau untuk melaksanakan ibadah sholat, tutur Wali Korong Erman.
Fasilitator Teknik, Gusriadi mengatakan pengadaan air bersih ini  dengan anggaran 2011 senilai Rp148.628.00, menggunakan system sumur bor dengan mengunakan Tangki Tedmond kapasitas 5.200 Liter dan mesin Pompa Grunfus + Acc. Usulan pengadaan air bersih dari Korong Kamumuan sangat tepat sekali. Hal ini terlihat dari besarnya manfaat dari adanya air bersih ini.m
Camat Sungai Limau, Zaldi Arnas dan PJOK  Febriady Hariko (Penanggung Jawab Operasional) mengatakan dengan adanya kegiatan dari program PNPM-MP yang berupa penggadaan air bersih di harapkan seluruh masyarakat berpartisipasi menjaga hasil dari kegiatan ini dan tentunya adanya rasa saling memiliki. (Darma Riza / Sungai Limau)
 

Tingginya Tunggakan SPP Kecamatan Sungai Limau“UPK Tangguhkan Perguliran"



Tingginya jumlah tunggakan SPP (Simpan Pinjam Perempuan) di kecamatan Sungai Limau mengakibatkan ditundanya perguliran.  Per 31 Januari  jumlah tunggakan senilai Rp620.611.150 (20/02/2012).
Masyarakat Kecamatan Sungai Limau, khususnya kelompok SPP yang ingin mengajukan profosal pinjaman merasa kecewa akibat ditundanya perguliran ini.  Salah Satu warga Korong Padang Olo, Ida wati (26) kelompok Semangka mengaku sangat kecewa sekali mendengar dari UPK (Unit Pengelola Kegiatan) bahwa ditundanya perguliran ini karena alasan tingginya angka tunggakan. Padahal saya ingin sekali meminjam di PNPM-MPd untuk menambah modal usaha, terangnya.
Ketua UPK, Elvianti mengatakan terjadinya penundaan perguliran karena jumlah tunggakan di Sungai Limau sangat tinggi.  Sebagai unit pengelola kegiatan (UPK) kami tidak bisa berbuat banyak karena ini adalah hasil Instruksi dari Satker Propinsi. Ini hanya penundaan saja, sebenarnya dana SPP  di rekening  terhitung tanggal sekarang sudah mencapai ± Rp800 Juta yang siap untuk digulirkan kepada kelompok-kelompok SPP yang layak mendapat pinjaman dari PNPM-MPd ini. Sebenarnya dana perguliran ini sudah dapat digulirkan pada bulan Desember 2011, tetapi karena hal inilah perguliran ditunda dan kami berharap kelompok-kelompok SPP bersabar hingga adanya jalan keluar dari tunggakan ini.
Tunggakan Rp620.611.150 tersebar di beberapa Korong, diantara urutannya adalah Sungai Limau Rp334.301.000 terdapat 25 kelompok ,Pasir Baru Rp83.112.750 terdapat 12 kelompok, Kamumuan Rp48.460.500 terdapat 7 kelompok, Lembak Pasang Rp35.260.800 terdapat 3 kelompok, Sibaruas Rp29.924.000 terdapat 3 kelompok, Lembak Pasang Rp21.738.200 terdapat 3 kelompok, Padang Karambie Rp17.672.200 terdapat 5 kelompok, Lampanjang Rp14.918.300 terdapat 4 kelompok, Duku Rp12.088.300 terdapat 4 kelompok, Koto Pauh Rp6.511.700 terdapat 1 kelompok, Padang Bintungan Rp5.518.100 3 kelompok, Sungai Paku Rp5.287.400 terdapat 2 kelompok, Sungai Limau Rp3.253.100 terdapat 25 kelompok, Lohong Rp2.173.500 terdapat 1 kelompok dan Durian Daun  Rp391.300 terdapat 1 kelompok.
Kami selaku FK (Fasilitator Kecamatan), FT (Fasilitator Tekhnik) dan UPK sudah melakukan validasi ke kelompok SPP yang termasuk kategori kolektibilitas IV (………………………. )    diantaranya ke Korong Sungai Limau, Pasir Baru, Kamumuan, Lembak Pasang, Sibaruas, Padang Karambie, Padang  Bintungan dan Padang olo. Saat validasi ada sebagian anggota kelompok yang berjanji akan mengangsur sesuai dengan waktu yang ia tentukan. Dalam kenyataannya saat tibanya waktu perjanjian, namun anggota yang berjanji tersebut tidak juga datang ke UPK untuk mengangsur. Kami beranggapan positif, mungkin karena kesibukannya jadi lupa untuk ke UPK, maka kami mendatangi kelompok tersebut untuk menagih janji yang ia buat sendiri. Saat kami melakukan penagihan, banyak alasan yang kami terima kenapa ia tidak menganggsur utang atau tunggakan tersebut, diantaranya tidak punya uang, pendapatan rendah dan sebagainya.
Khusus untuk Sungai Limau yang mempunyai tunggakan yang paling tinggi dan kami menemukan di lapangan tidak jelasnya pembukuan anggota kelompok oleh pengurus kelompok dan tidak sinkronnya imformasi yang kami dapat antara anggota dengan pengurus kelompok. Syukur ada sebagian anggota yang mengangsur tetapi frekuensi sangat sedikit sekali. Untuk itu pada Kamis 12 dan 19 Februari 2012 kami mengundang semua kelompok SPP yang menunggak dan Wali Korong ke UPK guna menindaklanjuti tunggakan dan membicarakan program untuk tahun anggaran 2012, karena Sungai Limau tidak mendapatkan kegiatan fisik maupun SPP lagi (sanksi program = blacklist). Alhasil  hanya dua orang yang datang dari pengurus kelompok MPK dan Mustika Sari serta wali korongnya, Wirni. Rasanya cukup yang kami lakukan, sepertinya tidak ada tanggapan seperti yang kita inginkan. Rencananya insyaallah dalam waktu dekat semua kelompok yang tegolong kolektibilitas IV ini kami MAN kan (Musyawarah Antar Nagari), disana nanti akan disepakati sanksi-sanksi apa yang akan di ambil, untuk kasus penyelewengan bisa dilakukan sanksi hukum, biarkan nanti hokum yang mengatur, jelas FK Limardi.
Camat Zaldi Arnas dan PJOK Febriadi Hariko (Penanggung Jawab Kegiatan Kecamatan) mengatakan, penangguhan perguliran ini sangat merugikan masyarakat Sungai Limau khusunya RTM (Rumah Tangga Miskin). Yang biasanya dapat mengajukan pinjaman ke PNPM-MPd tapi karena penunggakan ini tidak bisa lagi menikmati pinjaman dari PNPM-MP tapi apa boleh buat ini sudah instruksi dari atas. Jika kita lihat dari data yang ada Korong Sungai Limau lebih 50% tunggakan yang ada adalah tunggakan Sungai Limau (Rp334.301.000). Utang yang dibuat melalui kelompok SPP ini bukan kelompok SPP saja yang menanggung akibatnya tapi imbasnya ke Korong tersebut, seperti yang kita tahu sekarang bahwa Sungai Limau adalah Korong yang di Blacklist dari program, apapun bentuk kegiatan dari PNPM-MPd Korong Sungai Limau tidak dapat menikmati lagi sebelum adanya penyelesaian. Harapan saya sebelum adanya kesepakatan menempuh jalur hokum, sebaiknya bagi yang merasa punya utang di PNPM-MPd segera melunasi atau menganggsur utang yang ada.
Dari 16 kecamatan di kabupaten Padang Pariaman, Kecamatan Sungai Limau merupakan kecamatan yang paling tinggi nilai tunggakan SPP nya. Berdasarkan instruksi dari Iqbal selaku FMS (financial Management Suport) Propinsi bahwa Sungai Limau di tunda pergulirannya selama belum adanya tindak lanjut dari tunggakan. Instruksi ini di sampaikan kepada FK dan UPK saat melakukan validasi kelompok SPP ke Korong Sungai Limau bersama Fasilitator Keuangan (Faskeu) Kabupaten Padang Pariaman Fernand Yose tanggal 01 November 2011. Apabila dana yang ada ini tetap digulirkan, maka akan menambah angka tunggakan di Kecamatan Sungai Limau. (Darma Riza / Sungai Limau)

2,7 M dana SPP sudah digulirkan UPK Kecamatan VI Lingkung



Pakandangan,Palito Piaman. Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan  Kecamatan Enam Lingkung,adalah sebuah lembaga dibawah naungan Badan Kerjasama Antar Nagari (BKAN) Kecamatan Enam Lingkung, berdiri sejak mulai masuknya PNPM  Mandiri Perdesaan ke kecamatan Enam Lingkung tahun 2008 dan berkantor di Simpang Apa Pakandangan.
Awal berdirinya UPK Enam Lingkung, “Ibarat bayi yang baru lahir,tentu akan mengalami berbagai proses alamiah” sama dengan kegiatan PNPM-MP kegiatan-kegiatan yang dilakukanpun baru sebatas pekerjaan Fisik Prasarana seperti jalan,gedung TK,Beasiswa Pendidikan dan belum menyentuh kepada kegiatan yang memerlukan modal untuk mengembangkan usaha  Rumah Tangga Miskin (RTM) di tingkat korong. Padahal sudah jelas bahwa alokasi BLM yg diberikan kekecamatan 25 persennya dijatahkan untuk kegiatan Simpan Pinjam Perempuan (SPP).
                Secara khusus UPK Enam Lingkung memang disiapkan menjawab keluhan permodalan RTM yang ada dikorong, ditengah sulitnya mendapat pendanaan usaha kecil dengan persyaratan dan jasa yang ringan, “dikatakan jasa karena SPP PNPM tidak mengenal bunga” dan memberi pengertian kepada masayrakat di tingkat paling bawah,kalau pinjaman SPP itu benar-benar program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dengan memberikan ruang kepada kaum perempuan untuk berpartisipasi aktif dengan membentuk kelompok-kelompok usaha ekonomi.
Ketua UPK Enam Lingkung Jefri maulana “Paradigma yang ada pada sebagian masyarakat,  ini kan bantuan kenapa harus dikembalikan, Lihat  bantuan2 pemerintah yang lain sudah diberikan lantas macet atau tidak dikembalikan, dibiarkan kan saja! ,koq SPP mesti dikembaliin?” pertanyaan seperti itu sering muncul pada sebagian masyarakat karena masih beranggapan Pinjaman itu sama dengan bantuan, padahal dengan adanya dana SPP ini 
kecamatan sangat diuntungkan, sebab dana itu abadi di kecamatan dapat selalu dimanfaatkan oleh RTM yang ada untuk penunjang usaha ekonomi produktif, dan tugas kamilah memberi pengertian kepada masyarakat apa sebenarnya SPP PNPM  itu”, katanya
Seiring waktu berjalan, UPK Enam Lingkung pun berbenah dengan memanfaatkan secara maksimal jatah 25 persen alokasi BLM setiap tahunnya untuk SPP yang disalurkan kepada kelompok kelompok di korong.
Menginjak usia  yang keempat tahun ini, UPK Enam Lingkung sudah mempunyai  modal sebesar Rp 1,4 M dana tersebut berasal dari dana alokasi anggaran BLM yang dikucurkan kekecamatan sebesar 25 persen pertahunnya.dari dana tersebut UPK enam lingkung sudah melakukan Perguliran SPP sebanyak lima kali peguliran sebesar Rp 2,7 M` dengan 48 kelompok SPP aktif, rata-rata peguliran yang dilakukan sebesar Rp 540juta dengan jumlah pemanfaat dari rumah tangga miskin (RTM) sebanyak 480 orang, tersebar di 48 kelompok di korong yang ada di kecamatan Enam Lingkung,
Sesuai dengan misi yang diemban”Mengentaskan kemisikinan secara bertahap dengan melakukan pemberdayaan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memaksimalkan sumber daya alam yang ada” UPK Enam lingkung juga tidak terlepas dari berbagai persoalan dan permasalahan, seperti pengembalian angsuran yang macet maupaun itikad yang kurang baik dari beberapa pengurus SPP, “itu sedang kami coba atasi, mencarikan solusi , dengan melakukan pertemuan ditingkat kelompok,Korong, Nagari maupun level kecamatan, hanya saja  pola penyelesaiannya belum begitu Efektif, mungkin disebabkan paradigma yang sudah melekat dimasyarakat tadi, dalam waktu dekat ini BKAN dan unsur terkait yang ada dikecamatan akan melakukan Orientasi untuk membahas  Standar Operasional Prosedur (SOP) Peguliran maupun lainnya dan menetapkannya pada saat Musyawarah Antar Nagari (MAN) Prioritas   dikecamatan” ujar Sekretaris BKAN Ikram Dasrul Dt Sati.(Jefri maulana)
 

Angota kelompok SPP – PNPM sepengetahuan Mamak

Palito Piaman-PNPM Mandiri Kecamatan 2x11 Kayutanam menambah syarat dalam surat perjanjian pinjaman angota kelompok SPP ( Simpan Pinjam Perempuan ), ‘Yakni mengetahui mamak angota peminjam, Hal ini sangat positif sekali buat PNPM Kayutanam kedepanya, ‘ Ujar Armanjoni ketua UPK ( Unit Pengelola Kegiatan ) saat di kantornya, Kamis ( 16/2 ). ‘ Karna dengan melibat mamak sebagai ahli waris itu akan memudahkan penyelesaian masalah terutama masalah sako jo pusako ( Warisan ) bila nanti ada kelompok SPP yang macet masuk koleb atau pase 5 maka UPK akan melakukan koordinasi dengan mamak peminjam, bagaimana solusinya untuk dapat melunasi pinjaman tadi. Pengalaman sebelunya ketika ada kelompok macet kita susah melakukan koordinasi dengan mamak pemijam, ‘kata mamak, saya tidak tahu dia meminjam, itu kan urusa dia, kalau dia berhutang selesaikan olehnya sendiri. Jadi itu yang menjadi pemikiran PNPM Kayutanam bawasanya pemijam harus mengetahui mamak sakonya sendiri .

UPK ( Unit Pengelola Kegiatan ) PNPM Mandiri pedesaan Kec. 2x11 kayutanam merencanakan peguliran ke 17 dengan dana senilai 1,5 Milyar sebanyak 19 kelompok SPP ( Simpan Pinjam Perempuan ). Dalam hal ini sedang dilakukan tahap verifikasi kelompok SPP, Saat itu tim verifikasi menjelaskan pada kelompok bahwa penambahan syarat perjanjian yakni mengetahui mamak dan di jelaskanya tujuan, maanfaatnya tentang ketentuan tersebut. Ada pula sebahagian angota kelompok tidak setuju, Setelah dijelaskan mereka mengerti apa pntingnya.

Tertompang pada tim verifikasi, Agar dapat menilai kelompok SPP dengan cermat dan baik agar nantinya kelompok SPP yang diverifikasi benar layak sesuai dengan kebutuhan program PNPM Mandiri. Tenaga tim verifikasi orang yang berkompoten dibidangnya, Tim verifikasi di utus dari empat nagari dalam kec. 2x11 Kayutanam terdiri dari Nely Afiar, ( Kayutanam ), Era Susanti ( Kepala Hilalang ), Jamalius ( Anduring ) dan M Nasib ( Guguk )-(Ance Firman)

Niniak mamak di libat dalam surat pernyataan kelompok SPP


Palito Piaman-PNPM Mandiri Kecamatan 2x11 Kayutanam menambah syarat dalam surat perjanjian pinjaman angota kelompok SPP ( Simpan Pinjam Perempuan ), ‘Yakni mengetahui mamak angota peminjam, Hal ini sangat positif sekali buat PNPM Kayutanam kedepanya, ‘ Ujar Armanjoni ketua UPK ( Unit Pengelola Kegiatan ) saat di kantornya, Kamis ( 16/2 ). ‘ Karna dengan melibat mamak sebagai ahli waris itu akan memudahkan penyelesaian masalah terutama masalah sako jo pusako ( Warisan ) bila nanti ada kelompok SPP yang macet masuk koleb atau pase 5 maka UPK akan melakukan koordinasi dengan mamak peminjam, bagaimana solusinya untuk dapat melunasi pinjaman tadi. Pengalaman sebelunya ketika ada kelompok macet kita susah melakukan koordinasi dengan mamak pemijam, ‘kata mamak, saya tidak tahu dia meminjam, itu kan urusa dia, kalau dia berhutang selesaikan olehnya sendiri. Jadi itu yang menjadi pemikiran PNPM Kayutanam bawasanya pemijam harus mengetahui mamak sakonya sendiri .

UPK ( Unit Pengelola Kegiatan ) PNPM Mandiri pedesaan Kec. 2x11 kayutanam merencanakan peguliran ke 17 dengan dana senilai 1,5 Milyar sebanyak 19 kelompok SPP ( Simpan Pinjam Perempuan ). Dalam hal ini sedang dilakukan tahap verifikasi kelompok SPP, Saat itu tim verifikasi menjelaskan pada kelompok bahwa penambahan syarat perjanjian yakni mengetahui mamak dan di jelaskanya tujuan, maanfaatnya tentang ketentuan tersebut. Ada pula sebahagian angota kelompok tidak setuju, Setelah dijelaskan mereka mengerti apa pntingnya.

Tertompang pada tim verifikasi, Agar dapat menilai kelompok SPP dengan cermat dan baik agar nantinya kelompok SPP yang diverifikasi benar layak sesuai dengan kebutuhan program PNPM Mandiri. Tenaga tim verifikasi orang yang berkompoten dibidangnya, Tim verifikasi di utus dari empat nagari dalam kec. 2x11 Kayutanam terdiri dari Nely Afiar, ( Kayutanam ), Era Susanti ( Kepala Hilalang ), Jamalius ( Anduring ) dan M Nasib ( Guguk )

Hal yang di nilai oleh tim verifikasi yaitu pembukuan kelompok, buku kas, notulensi rapat, buku tamu dan buku angota serta ikatan pemersatu kelompok. Kelompok minimal berusia satu tahun termasuk juga simpanan wajib dan pokok.(ance Firman)

KADER TEKNIS PNPM-MP KECAMATAN BATANG ANAI DI BEKALI


Batang Anai, Palito Padang Pariaman, Kader Teknis Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kecamatan Baang Anai telah dibekali dengan pelatihan selama 4 hari di aula Kantor camat Batang Anai (18/2)
                 Pelatihan kader teknis dimaksudkan untuk memberikan pembekalan dan peningkatan kemampuan serta ketrempilan kader dalam memfasilitasi masyarakat untuk mengelola PNPM mandiri Perdesaan pada setiap tahapan.
Dalam hal ini UPK, BKAN, Pendamping lokal berserta Fasiltator Kecamatan Batang Anai memberikan pembekalan kepada seluruh kader teknis PNPM-MP sebanyak 62 orang peserta, terdiri dari 31 Korong  pada empat kenagarian se kecamatan tersebut, setiap Korong mengirim dua orang peserta di antaranya, Nagari Kasang 10 Korong 20 orang peserta, ketaping 8 Korong 16 orang peserta, Sungai Buluh 8 Korong 16 orang peserta dan Nagari Buayan 5 korong 10 peserta
                              Acara ini didanai melalui Dana operasional Khusu (DOK) anggaran 2011, tetapi pelaksanaan kegiatannya 2012. Anggran DOK 2011 untuk Kecamatan Batang Anai 133, 860,000 Rupiah, dari seluruh dana yang dilokasikan dipergunakan untuk kegiatan pelatihan kader tekinis selama 12 hari dengan besar anggran 71,434, 000 rupiah.

Sesuai dengan jadwal kegiatan pelatihan ini direncanakan 12 hari, tapi baru terealisasi 4 hari. Ketua UPK Batang Anai habibunnazar menyebutkan pelatihan hanya dapat dilaksankan 4 hari karena padatnya jadwal kegiatan di bulan Februari, oleh karena itu pelatihan lanjutan dapat di laksnakan di bulan Maret ini
PJOK Batang Anai Irmanto mewakil camat Batang Anai dalam membuka acara tersebut, disaksian oleh Fasilator Kecamatan Tesmawahid, Pendamping Lokal zainal dan ketua UPK Habibunnazar, sekretaris   Asmirawati dan bendahara UPK Elvira
                Dalam kesempatan ini PJOK Batang Anai Irmanto sebagai masyarakat yang mewakili korongnya masing agar dapat memanfaatkan acara dengan sabaik-baiknya, sehingga nanti setelah terjun ditengah-tengah masyarakat dapat memfasilitasi dan memandu masyarakat dalam melaksanakan tahap perencanaan, pelaksanaan dan pemeliharaan.
                Fasilator Teknis Kecamatan Tesmawahid mengatakan kader-kader  yang telah dipercayai oleh masyarakatnya sebagai ujung tombak di tengah-tengah masyarakat agar dapat menjelaskan segala informasi tentang PNPM-MP dan mereka juga  lahir dari bawah tentu banyak tahu bagaimana kondisi dan kebutuhan dimasing-masing korong.
Sebagai kader masyarakat tentunya peran dan  tugas membantu pengelolaan pembangunan di desa diharapkan tidak terikat oleh waktu,dan juga mempertimbangkan keterlibatan atau peran serta kaum perempuan dan Rumah Tangga Miskin (RTM). Untuk itu aspek kerelawanan, maupun meluangkan waktu, kejujuran diharapkan ada pada diri kader.
                Pemateri pelatihan didatangkan dari Fasilitator Kabupaten Efri Darmison dan ada juga dari FT Kecamatan Batang Anai. Materi yang disampaikan lebih menekankan kepada tugas dan tanggung jawab kader, Fungsi seorang kader,Tujuan dan pelaksanaan Program, Motivasi hidup, analisis dan pengani masalah. Dalam hal ini, pemateri memakai bermacam-macam metode dalam menyampaikan materi cermah, diskusi, penugasan, kelompok, study kasus, game yang bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan terhadap peserta.
                Suparman, salah seorang peserta pelatihan mengatakan sangat senang dapat mengikuti pelatiahan ini, karena banyak hal yang didapatkan seperti menambah wawasan, kecerdasan emosional, pergaulan serta tentang program itu sendiri.
                Harapan masyarakat Batang ANai untuk para kader teknis setelah diberikan pelatihan agar melaksanakan sumua proses dan mensosialisasikan semua Program di masing-masing Korong, sehingga masyarakat dapat mengetahui kegiatan PNPM-MP. ( Hasan )
 

USULAN KEGIATAN PNPM-MPd TAHUN 2012 KECAMATAN BATANG ANAI TELAH SELESAI DI VERIfIKASI



Batang Anai, Palito Padang Pariaman, semua usulan Nagari pada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM–MP) tahun 2012 se- Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman telah selesai diverifikasi oleh tim Verifikasi kecamatan, senin (20/2)
             Hampir semua tahap-tahap pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Dilingkungan Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman hampir selesai dilaksanakan, mulai dari sosialisasi, perencanaan, Pelatihan, penggaliaan Gagasan, penulisan usulan sampai pada verifikasi usulan.
Dalam tahap verifikas usulan dilaksanakan selama 5 hari, mulai 15 sampai 20 februari 2012. Usulan kegiatan ini tersebar di 31 korong  4 nagari di lingkungan Kecamatan Batang Anai, dengan bermacam-macam Usulan, fasilitator teknis Kecamatan Batang Anai Tesmawahid mengatakan bermacam-macam usulan yang diusulkan oleh Tim Penulis Usulan di masing –masing Korong diantaranya, Usulan Simpan Pinjam Perempuan (SPP), Rabat Beton Jalan, Jembatan, Rehab Pasar…………………….
            Untuk mencek kebenaran setiap usulan, tim verifikasi turun lansung kelapangan, ternyata, sudah disambut oleh tokoh masyarakat  untuk mendampingi dan memberikan penjelasan terhadap pertanyaan yang diberikan oleh tim verifikasi. Dalam hal ini, masyarakat juga menompangkan harapanya kepada Tim Verifikasi dalam melaksanakan tugasnya agar berkerja sesuai dengan PTO yang ujur, adil, penuh tanggung jawab serta  tidak berpihak kepada siapa pun. Sebagaimana Camat Batang Anai Syofrion dihubungi lewat Ponselnya mengatakan “Camat memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung semua tahap-tahap PNPM sehingga apa yang dibuat oleh pelaku PNPM harus sesuai dengan PTO dan menjadikan Program ini sebagai aset yang berharga dan perlu di pelihara “
            Tugas dan tanggung jawab yang dilaksanakan oleh tim verifikasi sangat hati-hati, setiap usulan kegiatan yang ada diperiksa dokumennya dengan sangat teliti, jangan sampai ada satu pun dokumen perseratan yang tidak lengkap, untuk mempermudah pemeriksaan dokumen tim sudah mempersiapkan format sesuai dengan kebutuhkan. Dokumen sudah atau tidak lenkap tim tinggal menandai format tersebut
            Salah satu diantara dokumen yang kalah penting dalam pemeriksaan adalah keterlibatan  keluarga miskin dan kelompok perempuan, karena pada prinsipnya program ini peningkatan kesejahteraan dan kesempatan kerja bagi keluarga miskin perdesaaan secara nmandiri melalui partisipasi masyarakat, kelompok perempuan dan komunitas kelompok yang terpinggirkan
            Jumlah usulan yang telah selesai diverifikasi tahun 2012 36 usulan untuk SPP 7 usulan, dan  Non SPP 29 usulan, usulan Non SPP terdri dari Rabat Beton Jalan, jembatan, Rehab Pasar,pengadaan mobile dan Hohor Paud, pembanguna Gedung Balai Adat, bea Siswa, Penbuatan Pustaka Sekolah, irigasi, drenase Pemukinan, Pelatihan border, Pembutan batu baronjong dan Pembanguan gedung Paud di antara usulan yang terbanyak diusulkan adala Pembanguna insfratruktur jalan, dari semua usulan ini tidak semuanya Memenuhi syarat karena dalam Petunjuk Teknis Operasional ada beberapa syarat yang harus dilengkapi oleh TPU agar usulan itu memenuhi syarat, apa bila tidak memenuhi syarat usulan tersebut tidak layak untuk di proses, usulan masih terdapat kekurangan dokumen yang diperlukan maka usulan dikembalikan kepada Korong agar dilengkapi dalam waktu maksimal 3 hari dengan melampirkan catatan tim verifikasi terhadap kekurangannya.
            Ketua Tim verifikasi usulan Kecamatan Batang Anai Muhardi mengatakan ada 31 usulan memenuhi syarat yang sesuai dengan PTO dan 5 usulan  tidak memenuhi syarat. Di antara usulan yang tidak memenuhi syarat bagi kelompok SPPS 1 usulan dan Non SPP yang tidak memenuhi Syarat  4 usulan. Bagi usulan yag tidak memenuhi syarat setelah diberikan waktu untuk melengkapi persaratan tetapi tidak dilengkapi, maka usulan tersebut agar diusulkan untuk tahun berikutnya.
            Tim verifikasi di bentuk dari anggota masyarakat dan instansi terkait yang memiliki pengalaman dan keahlian khusus, baik di bidang teknik, prasarana, simpan pinjam, pendidikan, Kesehatan, pelatihan dan keterampilan dan juga pertimbangan keterwakilan perempuan. Dalam hal ini tim verifikasi hanya melaukan pemeriksaan serta penilaian usulan kegiatan semua Nagari Peserta PNPM-MP dan selanjutnya membuat rekomendasi kepada Badan Koordinasi Antar Nagari (BKAN) atau Musyawarah Antar Nagari (MAD) sebagai dasar pertimbangan dalam mengambil keputusan
            Dana Bantuan Lansung Masyarakat (BLM) tahun 2012 dianggarkan 800 Juta  Rupiah, 20 parsen dari anggran ini berasal dari dana tambahan (consering) APBD Padang Pariaman, dana BLM ini dipergunakan 25 parsen untuk Simpan Pinjam Perempuan (SPP) dan 75 parsen Non Simpan Pinjam Perempuan ( Fisik atau non fisik). Apa bila, 25 parsen dana SPP tidak terserap keseluruhannya maka sisa dana dipergukan untuk Non SPP.
  dibandingkan tahun 2011 anggaran PNPM-MP diKecamatan Batag Anai ada peningkatan di tahun 2012, jumlah dana tahun 2011 sebesar 450 juta Rupiah. Dana tahun 2011 terealisasi keseluruhannya dengan beberapa kegiatan untuk SPP terserap dana 112 Juta Rupiah dengan 5 kelompok SPP , Dana yang tersisa di realisasikan untuk usulan pembangunan jalan sesuai dengan prioritas dikecamatan dengan menghabiskan dana 338 Juta rupiah dengan 3 item kegiatan, sudah termasuk 3 parsen  OP TPk  dan 2 parsen OP UPK. (hasan)
           

54 orang kader teknis mengikuti pelatihan



V Koto Timur – Sebanyak 54 orang peserta mengikuti pelatihan kader teknik Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan. Mereka berasal dari dua puluh delapan korong yang berada dikecamatan v koto timur yang terdiri dari dua kader teknis dimasing-masing korong. Pelatihan yang direncakan selama dua belas hari efektif termasuk dua hari untuk pratek dilapangan sejak Rabu (7/2) pelatihan ini direncanakan dilaksanakan 4 tahapan.
Camat V Koto Timur Nini Arlin pada waktu acara pembukaan pelatihan kader teknis ini yang berlangsung  diruagan pertemuan Aula rumah makan pauh by Pas ini,  menegaskan para peserta agar serius mengikuti acara pelatihan ini Supaya tujuan dari kegiatan peatihan kader teknik ini bisa tercapai dengan maksimal.
salmi adrison selaku fasilitator kecamatan (FK) menyebutkan, pelatihan bertujuan untuk peningkatan parasites kader atau masyrakat nagari guna menuju kemandirian teknik korong/nagari mulai dari tahap perencanaan,pelaksaan dan pemeliharaan terutama dalam aspek teknik kegiatan.
Selaku fasilitator teknik (FT) kecamatan V koto timur,Darwin yang menjadi  narasumber utama dalam pelatihan kader teknik ini mejelaskan cakupan materi yang dibahas meliputi :  peran dan tugas Kader teknis,StandarAdministrasi dan pelaporan,keterampilan dasar Teknik,pengenalan,perencanaan,pengelolaan,pengawasan,pelaporan dan pemeliharaan kegiatan infrasturuktur dan direncanakan ditutup dengan pratek lapangan.
Pada pelatihan hari yang ketujuh Rabu(22/2) Zukirwan chan selaku penanggung jawab operasional kegiatan (PJO)PNPM-MPd Propinsi sumatera barat menyempatkan hadir dalam pelatihan kader teknik tersebut, beliau menghimbau agar kader teknis selaku ujung tombak diprogram ditingkat korong agar lebih selektif dalam memfasilitasi penggalian gagasan/ usulan korong  yang akan diusulakan melalui kegiatan PNPM-MPd ini, diharapkan usulan tidak  identik dengan  kegiatan fisik semata,melaikan lebih dikembangkan usulan yang bersifat  peningkatan kapsitas masyarakat sesuai dengan prisip dasar PNPM-Mpd poin pertama “bertumpu pada pembangunan manusia”. Pada kesempatan itu beliau juga menyampaikan usulan yang masuk kategori “abu-abu” agar dihindari seperti pembangunan pagar sekolah,pembuatan lapangan bola,pembangunan gedung serba guna dan lain-lain sebagainya karena tidak berkaitan langsung dengan indikator dan kriteria usulan dalam PNPM-MPd.(Palito Padang Pariaman/Erik E)

UPK V Koto Timur Sampaikan LPJ Tahun 2011



V Koto Timur ,Palito Paiaman– Kinerja UPK selama tahun 2011, baru-baru ini dipertanggung jawabkan kepada masyarakat se-Kecamatan V Koto Timur. Kegiatan penyampaian (Laporan Pertangung Jawaban(LPJ) UPK V Koto timur (Makoti) PNPM Mandiri Perdesaan ini dihelat pada Rabu (29/2) kemarin bertempat di aula Kantor Camat V Koto Timur.

Peserta yang hadir dalam kegiatan ini berkisar 120 orang yang merupakan perwakilan masing-masing dari 28 Korong yang tersebar di Kecamatan V koto Timur. Tiap Korong diwakili 6 orang utusan yang terdiri dari Kepala Wali Korong, Ketua TPK, unsur LPM, KPMK/T, perwakilan perempuan dan tokoh masyarakat Korong. Camat V Koto Timur, Nini Arlin, S.Sos dan jajaran Muspika Kecamatan V Koto Timur,Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Padang Pariaman AUNG, SH dan Tim dari Musrenbang dari Kabupaten Padang Pariaman juga hadir dalam acara ini yang kebetulan acara ini disingkronkan dalam musrenbang Kecamatan.
Dalam laporan yang dibacakan ketua UPK, Erik Eksrada, S.Pd.I, dijelaskan bahwa dalam 2011,
Proses Kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan di Kecamatan V Koto Timur sampai Tgl 27 Februari 2012 ini telah berjalan memasuki tahun ke empat, dimana total dana BLM PNPM MPd yang telah dikelola UPK sampai saat ini sebanyak Rp.7.600.000.000,- Dari total BLM tersebut sebanyak 18,31% dialokasikan untuk Kegiatan SPP (sebesar Rp. 1.392.050.000). Jumlah kelompok SPP yang aktif melaksanakan kegiatan sampai saat ini sebanyak 56 kelompok.
Sampai per 27 Februari 2012, perkembangan kegiatan PNPM MPd di Kecamatan V Koto Timur adalah sebagai berikut :
Pelaksanaan kegiatan PNPM MP tahun anggaran 2011 sebanyak 8 kegiatan yang tersebar di 7 Korong. Yaitu :
1.    SPP Mawar Balai Pasa Limpur,
2.    SPP Arisan Yandu Kamp. Tanjung,
3.    SPP UP2K Sialangan,
4.    SPP PKK Pasa Pdg Alai
5.    Beasiswa Pendidikan Korong Pasa Balai Pd. Alai
6.    Beasiswa Pendidikan Korong Patamuan
7.    Pelatihan Bengkel Las
8.    Pembangunan Irigasi Korong Kp. Pili
Ada sebanyak 8 macam pendanaan dan rekening dana yang dikelola oleh UPK sampai saat ini. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.    Rekening BLM PNPM MP, Saldo yang ada rekening per 27 Februari 2012 sebesar Rp. 15.754.320, termasuk Bunga Bank rekening dana di BNI Cab. Pariaman.
2.    Rekening BLM PNPM LMP Saldo yang ada Per 27 Februari 2012 sebesar Rp. 31.756.281. rekening dana di Bank Mandiri Syariah Unit Pariaman.
3.    Rekening Pengembalian SPP Saldo Per 27 Februari 2012 Rp. 1.040.770.805,-
4.    Rekening DOK RPJM Saldo per 27 Februari 2012 sebesar Rp. 62.777.456,-
5.    Rekening DOK Perencanaan saldo Per 27 Februari 2012 sebesar Rp. 34.28.072.
6.    Rekening DOK Pelatihan Saldo Per 27 Februari 2012 Sebesr Rp. 59.560.091.
7.    Rekening OP UPK saldo Per 27 Februari 2012 sebesar Rp. 190.302,-
8.    Rekening OP UPK PLTMH Saldo Per 27 Februari 2012 Rp 904.283.

Kegiatan Simpan Pinjam dan Dana Bergulir.

Total dana BLM PNPM MP yang terserap untuk kegiatan SPP selama empat tahun kegiatan sebanyak Rp. 1.392.050.000,- Telah dilakukan 3 kali perguliran :
1.    Perguliran I : Pada Bulan Desember 2010 dengan jumlah 14 kelompok dengan Alokasi dana yang digulirkan sebesar Sebesar Rp.574.000.000,-
2.    Perguliran II : Pada Bulan  April 2011 dengan jumlah 13 kelompok dengan alokasi dana yang digulirkan Rp.289.500.000,-
3.    Perguliran III : Pada Bulan Agustus 2011 dengan jumlah kelompok 19 kelompok aloksai dana Rp.690.500.000,-
Total jumlah Perguliran yang telah dilaksanakan Oleh UPK sebanyak Rp. 1.554.000.000,-
Saat ini kegiatan perguliran akan memasuki putaran ke empat. Ada sebanyak 17 kelompok yang telah diverifikasi oleh tim Verifikasi. Jumlah alokasi pinjaman kelompok untuk perguliran 4 sebesar Rp. 805.500.000,- Sementara itu Saldo Dana Pengembalian SPP direkening Pegembalian SPP sampai 27 Februari 2012  sebanyak Rp. 1.040.770.805,- sudah termasuk bunga rekening tabungan.
Sementara dalam sambutannya, Camat V Koto Timur mengatakan bahwa keberhasilan UPK mengelola Simpan Pinjam Khusus Perempuan (SPP) tak lepas dari peran serta semua elemen pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dan para pemanfaat SPP disetiap Korong. “ Kegiatan SPP akan hancur manakala tidak ada kerjasama yang harmonis antar pelaku dan pemanfaat”, tandasnya.
Selain itu, Camat juga mengharapkan agar peserta MAD bisa bermusyawarah mufakat dalam menentukan kebijakan pengalokasian dana surplus UPK agar bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. “Sebaiknya dana surplus itu dipergunakan untuk bedah rumah warga tidak mampu saja,” harapnya pada peserta MAD disela-sela sambutan pembukaan acara.
Dalam Kesempatan itu juga dalam sambutan ketua Komisi III Aung SH Juga menghimbau masyarakat V koto Timur agar kita sama-sama menjaga asset dana perguliran ini,sebab asset ini merupakan dana Masyarakat V Koto Timur dan dipergunakan juga untuk masyrakat v koto timur,untuk menunjang dan mengangkat perekonomian masyarakat
Menurut ketua BKAN  Syafrizal, A, SH yang sekaligus sebagai Pimpinan dalam MAN ini beliau mengingatkan kepada peserta musyawarah dana SPP Perguliran ini merupakan Pinjaman Bagi Pesnerima Manfaat Bukan Bantuan lepas,ini akan terus digulirkan kepada seluruh masyrakat melalui kelompok,dan jika seandainya PNPM-Mandiri perdesaan ini tidak didanani lagi (BLM) melalui penerintah pusat maka Aset SPP ini akan tetap ada dan terus dikelola oleh UPK.(Erik E)

PNPM-MPd Masuk Rencana Pembangunan Dikecamatan V koto Tmur



PalitoPiaman- Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan Kecamatan  V Koto Timur kini harus diintegrasikan dengan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang), sehingga penentuan usulan di tahun berikutnya disahkan melalui Rencana Kerja Pembangunan Nagari (RKPNagari).

Sementara pada tahun-tahun sebelumnya, PNPM dipisahkan dari agenda musrenbang dan bersifat independen. Menurut Fasilitator Pemberdayaan (Salmi Adrison) PNPM Kecamatan V Koto Timur , Selasa (27/03), mengatakan alasan diintegrasikan program PNPM ikut musrenbang berdasarkan kebijakan dan aturan dari pemerintah pusat. Karenaya, RKPNagari segera disusun sesudah Februari atau setelah musrenbang dilangsungkan lantaran pihaknya sebagai fasilitator hanya memberikan format dokumen kepada desa dan harus disusun oleh pihak Nagari dan diharapkan saat musrenbang bisa ditentukan usulan-usulan untuk tahun 2013 di mana RPJMDes harus sudah lengkap sesuai format yang diberikan. ”Jangan sampai usulan sudah masuk namun tidak sesuai dengan RPJMDes,” katanya.

Syafrizal. A, SH Selaku Ketua BKAN V Koto Timur  menambahkan, alasan PNPM 2012 belum dilaksanakan tapi musyawarah antar desa (MAD) 2013 sudah diajukan hal itu lantaran pola integrasi yang saat ini digalakan harus mengikuti musrenbang setelah MAN 1 ada. Karenanya musyawarah Korong perencanaan (MKP) mengajukan proposal PNPM sebelum musrenbang dan harus diselesaikan sebelum MAN 2 lantaran musrenbang akan digelar Besok (28/2)

Aflizaldi, SE, Selaku PJOK V Koto Timur Mengakui, dana PNPM yang disesuaikan pada jumlah pengajuan yang ada di Telagasari secara total telah disalurkan dan lancar yang kemudian di-LPJ-kan melalui MDST (serah terima) pertahunnya. Namun diakuinya, saat ini kendala tentu masih ada seperti banyaknya yang belum puas serta sosialisasi yang belum tahu dan minimnya pemahaman. Akan tetapi untuk Kecamatan V Koto Timur sendiri terbilang lancar, baik simpan pinjam PNPM, SPP hingga prosedur lainnya. Dan hal tersebut dimusyawarahkan melalui musyawarah desa (MK 1), musyawarah kelompok perempuan (MKP) dan musyawarah Korong perencanaan (MKP) yang disatukan.

Ia berharap, semua program dan target bisa terlaksana sesuai hal-hal yang diinginkan dan RPJMDes bisa dilaksanakan tepat waktu dan lancar. (Erik E)